Terkini

BEST PRIEND

Rabu, 30 November 2011

Stadion Gelora Sriwijaya Rusak Parah

Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sumatra Selatan, yang menjadi tempat pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 rusak parah. Lapangan menjadi lembab, berjamur, dan rumput-rumputnya stadiin mati. Demikian pantauan SCTV, Sabtu (26/11) siang.

Selama pelaksanaan SEA Games 2011, Stadion Gelora Sriwijaya ditutup dengan papan. Petugas sempat kesulitan membuka papan di lapangan. Kondisi lapangan yang rusak membuat laga awal ISL terancam gagal. Perbaikan lapangan butuh waktu dua bulan.

"Untuk perbaikan, diperkirakan butuh dana Rp 200 juta," ujar Kepala Satgas Jakabaring Sport City, Rusli Nawi. Fasilitas lain di stadion juga banyak yang rusak. Seluruh kamar mandi, wastafel dan toilet termasuk fasilitas di dalam ruang ganti tim juga rusak.

Kamis, 17 November 2011

SEA Games 2011


SEA Games 2011
Inilah Perolehan Medali SEA Games Sampai Hari ke 6
Headline
zaliz.com



INILAH.COM, Jakarta - Sudah satu minggu SEA Games XVII digelar, Indonesia tetap kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali. Dan secara mengejutkan Vietnam mampu melompati Thailand.

Meski hanya menambah sembilan keping emas, diantaranya lewat cabang anggar, renang, gulat dan panahan, Indonesia tetap semakin jauh meninggalkan pesaingnya dengan total mengumpulkan 87 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu.

Perubahan signifikan terjadi di posisi dua klasemen. Vietnam akhirnya mampu melewati Thailand dengan keunggulan 2 keping emas. 'Negeri Gajah Putih' sudah mengoleksi 52 medali emas, tapi Vietnam saat ini mengumpulkan 54 medali emas, berkat tambahan 10 emasnya.

Malaysia sedikit demi sedikit mengejar ketinggalan emas dari Singapura. Saat ini 'Negeri Jiran' hanya terpaut satu medali (28 emas) dari Singapura.

Inilah Klasemen Sementara Perolehan Medali SEA Games sampai hari ke-6, Rabu 00:00 WIB (16/11/2011):
No Negara Emas Perak Perunggu
1. Indonesia 87 - 65 - 70
2. Vietnam 54 - 55 - 59
3. Thailand 52 - 41 - 59
4. Singapura 29 - 32 - 46
5. Malaysia 28 - 25 - 44
6. Filipina 15 - 28 - 34
7. Laos 5 - 3 - 19
8. Kamboja 3 - 9 - 11
9. Myanmar 1 - 12 - 16
10. Brunei 0 - 1 - 6
11. Timor Leste 0 - 0 - 1

Rabu, 05 Oktober 2011

PRAMUKA SAKA ( SATUAN KARYA )


Saka Wanabakti Pramuka Cinta Hutan
Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
  • Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
  • Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
  1. Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
  2. Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian; pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
  3. Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
  4. Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
  • Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
  • Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
  • Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
  • Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
  • Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain Saka Wanabakti Gerakan Pramuka juga masih menyelenggarakan beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara (bekerjasama dengan Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari (TNI AL), Saka Wira Kartika (TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian), Saka Bhakti Husada (Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
 

Minggu, 21 Agustus 2011

Gonzales Diwaspadai Palestina

SOLO, KOMPAS.com- Bomber maut tim nasional Indonesia, Cristian 'El Loco' Gonzales menjadi perhatian pelatih tim nasional Palestina. Dia dinilai sebagai pemain berbahaya di lini depan dengan tehnik tinggi dan ketajamannya menjebol gawang lawan.
"Saya tahu pemain nomor 9. Ya, Cristian Gonzales. Dia pemain yang bagus dan berbahaya di lini depan," ujar pelatih timnas Palestina Abdel-Nasser Barakat, Minggu (21/8/2011).Barakat yang menjadi pelatih sementara setelah Mousa Bezaz dipecat karena gagal membawa Palestina ke kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia juga menilai, Indonesia tim yang bagus. Tim Merah Putih mampu melaju ke putaran ketiga setelah menang agregat 5-4 atas Turkmenistan.
Manajer timnmas Palestina Ibrahim Qatari juga menaruh perhatian pada Gonzales. Ia juga menanyakan apakah Gonzales merupakan pemain asli Indonesia. Begitu diberitahu bahwa dia pemain naturalisasi daru Uruguay, Ibrahim langsung tertawa dan mengatakan, "Sudah saya duga, wajahnya berbeda dengan orang Indonesia."
Gonzales sendiri mengaku akan menampilkan permainan terbaiknya jika dipercaya tampil. Dia juga menegaskan bahwa di dalam timnas Indonesia banyak pemain bagus seperti Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, maupun Irfan Bachdim.
"Jadi bukan hanya Christian Gonzales saja," tegas pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, 34 tahun lalu itu.
Sumber : KOMPAS.com

Tiga Pemain Telat Berangkat ke Vietnam

AFP/BEN STANSALL Maria Febe Kusumastuti, memiliki tipe permainan seperti Susi Susanti.
JAKARTA, KOMPAS.com- Tiga pemain pelatnas Cipayung Sony Dwi Kuncoro, Aprillia Yuswandari, dan Maria Febe harus menerima kenyataan pahit tidak bisa menjajal lapangan tempat berlangsungnya turnamen bulu tangkis Grand Prix Vietnam Terbuka di Ho Chi Minh City.
Sedianya, mereka berangkat bersama rombongan hari Minggu ini, namun karena pasportnya masih tertahan karena pengurusan visa ke Taiwan, mereka belum bisa berangkat. "Pasport saya belum keluar karena untuk pengurusan visa ke Taiwan belum selesai. Informasi yang saya dapat, saya bersama dua pemain pelatnas lain baru berangkat Selasa pagi," kata Sony Dwi Kuncoro.
Turnamen GP VIetnam dimulai tanggal 22-28 Agustus 2011. Dengan demikian mereka dipastikan tidak bisa mencoba lapangan karena sejak hari Senin sore sudah dipakai untuk babak kualifikasi. Bahkan waktu persiapan yang mereka punya juga sempit karena begitu tiba di Vietnam Selasa Siang, sorenya mereka sudah harus bertanding.
"Jelas ini merugikan kita. Kita bukan cuma tidak bisa adaptasi kondisi lapangan, tetapi juga mepet persiapan pertandingan karena setelah sampai di sana, sudah langsung main sore dan malam harinya," kata Sony.
Untuk ke Vietnam memang tidak diperlukan visa. Namun, pasport mereka tertahan untuk pengurusan visa ke Taiwan. Ketiga pemain pelatnas ini, selain tampil di Vietnam rencananya juga main di GP Taiwan.
Sumber : KOMPAS.com