BERBAGI PENGETAHUAN DAN WAWASAN KEPADA ANDA DALAM SEGALA HAL YANG BERKAITAN DENGAN KEHIDUPAN YANG KITA ALAMI SEHARI - HARI.
Serta berita- berita terbaru yang ter up to date saat ini.
JANG POENYA BLOG.........>>>>>
PERKENALKAN,
NAMA SAYA M. TSALITS JANUAR ( TSALIS ), SAYA MASIH BERSEKOLAH DI SMKN 1 LAMONGAN, SAYA BERALAMAT DI JALAN BASUKI RAHMAD NO. 70 LAMONGAN.
Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sumatra Selatan, yang menjadi tempat pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 rusak parah. Lapangan menjadi lembab, berjamur, dan rumput-rumputnya stadiin mati. Demikian pantauan SCTV, Sabtu (26/11) siang.
Selama pelaksanaan SEA Games 2011, Stadion Gelora Sriwijaya ditutup dengan papan. Petugas sempat kesulitan membuka papan di lapangan. Kondisi lapangan yang rusak membuat laga awal ISL terancam gagal. Perbaikan lapangan butuh waktu dua bulan.
"Untuk perbaikan, diperkirakan butuh dana Rp 200 juta," ujar Kepala Satgas Jakabaring Sport City, Rusli Nawi. Fasilitas lain di stadion juga banyak yang rusak. Seluruh kamar mandi, wastafel dan toilet termasuk fasilitas di dalam ruang ganti tim juga rusak.
Inilah Perolehan Medali SEA Games Sampai Hari ke 6
zaliz.com
INILAH.COM, Jakarta - Sudah satu minggu SEA Games XVII digelar, Indonesia tetap kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali. Dan secara mengejutkan Vietnam mampu melompati Thailand.
Meski hanya menambah sembilan keping emas, diantaranya lewat cabang anggar, renang, gulat dan panahan, Indonesia tetap semakin jauh meninggalkan pesaingnya dengan total mengumpulkan 87 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu.
Perubahan signifikan terjadi di posisi dua klasemen. Vietnam akhirnya mampu melewati Thailand dengan keunggulan 2 keping emas. 'Negeri Gajah Putih' sudah mengoleksi 52 medali emas, tapi Vietnam saat ini mengumpulkan 54 medali emas, berkat tambahan 10 emasnya.
Malaysia sedikit demi sedikit mengejar ketinggalan emas dari Singapura. Saat ini 'Negeri Jiran' hanya terpaut satu medali (28 emas) dari Singapura.
Inilah Klasemen Sementara Perolehan Medali SEA Games sampai hari ke-6, Rabu 00:00 WIB (16/11/2011):
Satuan
Karya Pramuka (Saka) Wanabakti
merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang
memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan
lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola
sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan,
pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan
hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan
materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan
Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang
dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya,
terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai
bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka
lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira
Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Saka
yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini
terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan
Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani
pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan
Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan
Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup.
Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting
(Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka
Wanabhakti beranggotakan:
Pembina Pramuka sebagai Pamong
Saka (Pendidik) dan Instruktur.
Pramuka Penegak (usia 16-20
tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Pandega (usia 21-25
tahun) sebagai peserta didik
Pramuka Penggalang (usia 11-15
tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam
Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana
dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi
yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi
khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
Krida Tata Wana yang meliputi
perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
Krida Reksa Wana yang meliputi
keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis
satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian; pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian
perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
Krida Bina Wana yang meliputi
konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan
pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
Krida Guna Wana yang meliputi:
pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan
kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi
lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan
Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai
tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai
arti kiasan sebagai berikut:
Pohon hijau melambangkan hutan
yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi
sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pohon hitam melambangkan hutan
yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan
nasional.
Garis-garis lengkung biru
melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
Warna dasar coklat melambangkan
tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
Tunas kelapa kuning
melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka
Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta
pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Segilima melambangkan falsafah
bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
Keseluruhan lambang Saka
Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang
aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian
sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia
yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain
Saka Wanabakti Gerakan
Pramuka juga masih menyelenggarakan beberapa saka lainnya seperti Saka
Bhayangkara (bekerjasama dengan Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari
(TNI AL), Saka Wira Kartika (TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian),
Saka Bhakti Husada (Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga
Berencana).
SOLO, KOMPAS.com- Bomber maut tim nasional Indonesia, Cristian 'El Loco' Gonzales menjadi perhatian pelatih tim nasional Palestina. Dia dinilai sebagai pemain berbahaya di lini depan dengan tehnik tinggi dan ketajamannya menjebol gawang lawan.
"Saya tahu pemain nomor 9. Ya, Cristian Gonzales. Dia pemain yang bagus dan berbahaya di lini depan," ujar pelatih timnas Palestina Abdel-Nasser Barakat, Minggu (21/8/2011).Barakat yang menjadi pelatih sementara setelah Mousa Bezaz dipecat karena gagal membawa Palestina ke kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia juga menilai, Indonesia tim yang bagus. Tim Merah Putih mampu melaju ke putaran ketiga setelah menang agregat 5-4 atas Turkmenistan.
Manajer timnmas Palestina Ibrahim Qatari juga menaruh perhatian pada Gonzales. Ia juga menanyakan apakah Gonzales merupakan pemain asli Indonesia. Begitu diberitahu bahwa dia pemain naturalisasi daru Uruguay, Ibrahim langsung tertawa dan mengatakan, "Sudah saya duga, wajahnya berbeda dengan orang Indonesia."
Gonzales sendiri mengaku akan menampilkan permainan terbaiknya jika dipercaya tampil. Dia juga menegaskan bahwa di dalam timnas Indonesia banyak pemain bagus seperti Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, maupun Irfan Bachdim.
"Jadi bukan hanya Christian Gonzales saja," tegas pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, 34 tahun lalu itu.
Sumber : KOMPAS.com
AFP/BEN STANSALL Maria Febe Kusumastuti, memiliki tipe permainan seperti Susi Susanti.
JAKARTA, KOMPAS.com- Tiga pemain pelatnas Cipayung Sony Dwi Kuncoro, Aprillia Yuswandari, dan Maria Febe harus menerima kenyataan pahit tidak bisa menjajal lapangan tempat berlangsungnya turnamen bulu tangkis Grand Prix Vietnam Terbuka di Ho Chi Minh City.
Sedianya, mereka berangkat bersama rombongan hari Minggu ini, namun karena pasportnya masih tertahan karena pengurusan visa ke Taiwan, mereka belum bisa berangkat. "Pasport saya belum keluar karena untuk pengurusan visa ke Taiwan belum selesai. Informasi yang saya dapat, saya bersama dua pemain pelatnas lain baru berangkat Selasa pagi," kata Sony Dwi Kuncoro.
Turnamen GP VIetnam dimulai tanggal 22-28 Agustus 2011. Dengan demikian mereka dipastikan tidak bisa mencoba lapangan karena sejak hari Senin sore sudah dipakai untuk babak kualifikasi. Bahkan waktu persiapan yang mereka punya juga sempit karena begitu tiba di Vietnam Selasa Siang, sorenya mereka sudah harus bertanding.
"Jelas ini merugikan kita. Kita bukan cuma tidak bisa adaptasi kondisi lapangan, tetapi juga mepet persiapan pertandingan karena setelah sampai di sana, sudah langsung main sore dan malam harinya," kata Sony.
Untuk ke Vietnam memang tidak diperlukan visa. Namun, pasport mereka tertahan untuk pengurusan visa ke Taiwan. Ketiga pemain pelatnas ini, selain tampil di Vietnam rencananya juga main di GP Taiwan.
Sumber : KOMPAS.com