Terkini

BEST PRIEND

Selasa, 10 April 2012

SIAPKAN UNAS 2012


Sebanyak 124.722 pelajar setingkat SMA dan SMK akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) yang rencananya akan berlangsung 16-19 April mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan, saat ini, persiapan jelang UN sudah mencapai 100 persen. Ditargetkan, tingkat kelulusan siswa SMA/SMK di Jakarta mencapai 99,9 persen.

Wakil Disdik DKI Jakarta, Agus Suradika mengatakan, saat ini seluruh persiapan UN hampir semuanya rampung. Bahkan, soal ujian pun sudah masuk percetakan. "Persiapan saat ini sudah ditahap pencetakan soal, Jumat besok akan mengecek percetakan semoga tidak ada kendala," ujar Agus, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (5/4).

Diakui Agus, untuk pencetakan soal kali ini, ada yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil lelang yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pencetakan soal dilakukan di daerah Kudus, Jawa Tengah. "Soal dicetak di Kudus. Kalau sebelumnya di Jakarta. Itu sesuai dengan hasil pemenang lelang," katanya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, kata Agus, 14 April nanti soal akan tiba di Jakarta. Ia memastikan, akan mengawal pendistribusian soal, mengingat jalur distribusinya cukup jauh. "Kita harap tidak ada kendala yang berarti. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan," katanya.

Ditambahkan Agus, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan rayon dan instansi terkait mengenai keamanan pendistribusian soal ujian. Jika tahun kemarin sekolah mengambil soal ke rayon, maka saat ini soal akan diantarkan langsung untuk lebih memberikan jaminan keamanan, agar tidak terjadi kebocoran soal. "Kita harap dari kualitas proses dan hasil penyelenggaraan UN 2012 bisa lebih baik," ujarnya.

Ia merinci, dari 124.722 siswa yang akan mengikuti UN pada Senin, 16 April mendatang yakni 59.545 siswa SMA dan 65.177 siswa SMK. "Semoga UN kali ini berjalan lebih baik. Kita juga akan meminimalisir kecurangan dan kebocoran soal," tandasnya.

Sabtu, 17 Desember 2011

Dapat Remisi, Ariel "Peterpan" Bebas?


image
 Terpidana Nazriel 'Ariel' Irham eks vokalis Peterpan yang dikabarkan bebas, marak di sejumlah dunia maya. Konon kabar tersebut berhembus karena Ariel diduga mendapat remisi dan bebas bersyarat dari kejaksaan, sehingga kekasih Luna Maya dapat menghirup udara segar pada akhir tahun ini.
Selidik punya selidik kabar tersebut hanyalah isapan jempol saja, alias sekadar isu. Manajer Ariel, Budi Soeratman, membantah kabar tersebut. "Saya senang sekali kalau Ariel bisa bebas hari ini," kata Budi. "Kalau remisinya maksimal, Ariel bisa bebas."
Hal senada dikatakan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat. "Kalau ada yang mengatakan Ariel bebas, itu hanya isu saja, enggak benar itu (Ariel bebas)," jelas Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham Jabar, Dedi Sutardi saat dihubungi wartawan lewat ponsel, Jumat (16/12).
Sementara Kepala Rutan Kebon Waru, Wahid Husein menyatakan kalau Ariel akan bebas pada tahun 2013 mendatang. "Ariel bebas murni itu pada 2013. Jadi kini statusnya masih napi lah," kata Wahid.
Menurut Wahid, Ariel bisa mendapat asimilasi dan mengajukan bebas bersyarat pada 2012 mendatang. "Asimilasi kalau sudah setengah dari pidana bisa dilaksanakan dan bisa mengajukan bebas bersyarat untuk 2012," jelas Wahid.
Ariel dijerat hukuman penjara 3,5 tahun dan denda Rp 250 juta pada Januari 2011 lalu, karena dianggap bersalah atas tersebarnya video asusila miliknya.

Rabu, 30 November 2011

Stadion Gelora Sriwijaya Rusak Parah

Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Sumatra Selatan, yang menjadi tempat pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 rusak parah. Lapangan menjadi lembab, berjamur, dan rumput-rumputnya stadiin mati. Demikian pantauan SCTV, Sabtu (26/11) siang.

Selama pelaksanaan SEA Games 2011, Stadion Gelora Sriwijaya ditutup dengan papan. Petugas sempat kesulitan membuka papan di lapangan. Kondisi lapangan yang rusak membuat laga awal ISL terancam gagal. Perbaikan lapangan butuh waktu dua bulan.

"Untuk perbaikan, diperkirakan butuh dana Rp 200 juta," ujar Kepala Satgas Jakabaring Sport City, Rusli Nawi. Fasilitas lain di stadion juga banyak yang rusak. Seluruh kamar mandi, wastafel dan toilet termasuk fasilitas di dalam ruang ganti tim juga rusak.

Kamis, 17 November 2011

SEA Games 2011


SEA Games 2011
Inilah Perolehan Medali SEA Games Sampai Hari ke 6
Headline
zaliz.com



INILAH.COM, Jakarta - Sudah satu minggu SEA Games XVII digelar, Indonesia tetap kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali. Dan secara mengejutkan Vietnam mampu melompati Thailand.

Meski hanya menambah sembilan keping emas, diantaranya lewat cabang anggar, renang, gulat dan panahan, Indonesia tetap semakin jauh meninggalkan pesaingnya dengan total mengumpulkan 87 medali emas, 65 perak, dan 70 perunggu.

Perubahan signifikan terjadi di posisi dua klasemen. Vietnam akhirnya mampu melewati Thailand dengan keunggulan 2 keping emas. 'Negeri Gajah Putih' sudah mengoleksi 52 medali emas, tapi Vietnam saat ini mengumpulkan 54 medali emas, berkat tambahan 10 emasnya.

Malaysia sedikit demi sedikit mengejar ketinggalan emas dari Singapura. Saat ini 'Negeri Jiran' hanya terpaut satu medali (28 emas) dari Singapura.

Inilah Klasemen Sementara Perolehan Medali SEA Games sampai hari ke-6, Rabu 00:00 WIB (16/11/2011):
No Negara Emas Perak Perunggu
1. Indonesia 87 - 65 - 70
2. Vietnam 54 - 55 - 59
3. Thailand 52 - 41 - 59
4. Singapura 29 - 32 - 46
5. Malaysia 28 - 25 - 44
6. Filipina 15 - 28 - 34
7. Laos 5 - 3 - 19
8. Kamboja 3 - 9 - 11
9. Myanmar 1 - 12 - 16
10. Brunei 0 - 1 - 6
11. Timor Leste 0 - 0 - 1

Rabu, 05 Oktober 2011

PRAMUKA SAKA ( SATUAN KARYA )


Saka Wanabakti Pramuka Cinta Hutan
Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
  • Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
  • Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
  1. Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
  2. Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian; pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
  3. Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
  4. Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
  • Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
  • Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
  • Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
  • Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
  • Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain Saka Wanabakti Gerakan Pramuka juga masih menyelenggarakan beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara (bekerjasama dengan Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari (TNI AL), Saka Wira Kartika (TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian), Saka Bhakti Husada (Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).