Terkini

BEST PRIEND

Rabu, 05 Oktober 2011

PRAMUKA SAKA ( SATUAN KARYA )


Saka Wanabakti Pramuka Cinta Hutan
Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti merupakan salah satu Saka (Satuan Karya) dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumberdaya alam. Ruang lingkup materinya meliputi pengelolaan hutan, pemeliharaan hutan dan sumber daya alam, penyelamatan hutan dan lingkungan hidup, dan pemanfaatan hasil hutan bagi masyarakat. Tentunya tanpa meninggalkan materi-materi kepramukaan lainnya.
Satuan Karya Pramuka atau biasa disingkat dengan saka merupakan terobosan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka dalam memberikan wadah kepada anggotanya, terutama Penegak dan Pandega (berusia 16-25 tahun) untuk mendalami berbagai bidang kejuruan. Selain Saka Wanabakti juga masih terdapat beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bhakti Husada, dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
Saka yang bergerak dalam bidang cinta kehutanan dan lingkungan hidup ini terselenggara berdasarkan Keputusan bersama antara Departemen Kehutanan Republik Indonesia dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1983 du Jakarta.
Penyelenggaraan Saka Wanabhakti dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen Kehutanan, Perum Perhutani ataupun dengan LSM lingkungan hidup. Latihan dan kegiatan Saka Wanabakti diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) atau Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota).
Saka Wanabhakti beranggotakan:
  • Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka (Pendidik) dan Instruktur.
  • Pramuka Penegak (usia 16-20 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Pandega (usia 21-25 tahun) sebagai peserta didik
  • Pramuka Penggalang (usia 11-15 tahun) juga dapat mengikuti kegiatan saka Wanabakti sebagai peminat.
Dalam Saka Wanabhakti setiap anggota selain diberikan materi kepramukaan sebagaimana dalam kegiatan pramuka biasa juga diberikan penekanan kepada beberapa materi yang berkaitan dengan kehutanan, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Materi khusus dalam Saka Wanabhakti ini di kelompokkan dalam 4 (empat) krida, yaitu:
  1. Krida Tata Wana yang meliputi perisalah hutan; pengukuran dan pemetaan hutan; dan penginderaan jauh.
  2. Krida Reksa Wana yang meliputi keragaman hayati; konservasi kawasan; perlindungan hutan; konservasi jenis satwa; konservasi jenis tumbuhan; pemanduan; penelusuran gua; pendakian; pengendalian kebakaran hutan dan lahan; pengamatan satwa; penangkaran satwa; pengendalian perburuan; dan pembudidayaan tumbuhan.
  3. Krida Bina Wana yang meliputi konservasi tanah dan air; perbenihan; pembibitan; penanaman dan pemeliharaan; perlebahan; budi daya jamur; dan persuteraan alam.
  4. Krida Guna Wana yang meliputi: pengenalan jenis pohon; pencacahan pohon; pengukuran kayu; kerajinan hutan kayu; pengolahan hasil hutan; dan penyulingan minyak astiri.
Saka Wanabakti memiliki lambang yang berbentuk segi lima di dalamnya terdapat lambang Departemen Kehutanan dan lambang Gerakan Pramuka. Lambang ini selain digunakan sebagai bendera juga dikenakan sebagai tanda pengenal yang dipasang di lengan baju sebelah kiri. Lambang ini mempunyai arti kiasan sebagai berikut:
  • Pohon hijau melambangkan hutan yang subur yang mempunyai berbagai fungsi dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Pohon hitam melambangkan hutan yang produktif yang berfungsi sebagai sarana pendukung pembangunan nasional.
  • Garis-garis lengkung biru melambangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air.
  • Warna dasar coklat melambangkan tanah yang subur berkat adanya usaha konservasi tanah.
  • Tunas kelapa kuning melambangkan kegemilangan generasi muda yang tergabung dalam Saka Wanabakti yang giat mendukung pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  • Segilima melambangkan falsafah bangsa yaitu Pancasila yang merupakan azas tunggal bagi Saka Wanabhakti.
  • Keseluruhan lambang Saka Wanabakti ini mencerminkan anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti yang aktif membantu usaha pembangunan hutan dan kehutanan serta pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup guna mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain Saka Wanabakti Gerakan Pramuka juga masih menyelenggarakan beberapa saka lainnya seperti Saka Bhayangkara (bekerjasama dengan Polri), Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Bahari (TNI AL), Saka Wira Kartika (TNI AD), Saka Taruna Bumi (Departeman Pertanian), Saka Bhakti Husada (Departemen Kesehatan), dan Saka Kencana (Keluarga Berencana).
 

Minggu, 21 Agustus 2011

Gonzales Diwaspadai Palestina

SOLO, KOMPAS.com- Bomber maut tim nasional Indonesia, Cristian 'El Loco' Gonzales menjadi perhatian pelatih tim nasional Palestina. Dia dinilai sebagai pemain berbahaya di lini depan dengan tehnik tinggi dan ketajamannya menjebol gawang lawan.
"Saya tahu pemain nomor 9. Ya, Cristian Gonzales. Dia pemain yang bagus dan berbahaya di lini depan," ujar pelatih timnas Palestina Abdel-Nasser Barakat, Minggu (21/8/2011).Barakat yang menjadi pelatih sementara setelah Mousa Bezaz dipecat karena gagal membawa Palestina ke kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia juga menilai, Indonesia tim yang bagus. Tim Merah Putih mampu melaju ke putaran ketiga setelah menang agregat 5-4 atas Turkmenistan.
Manajer timnmas Palestina Ibrahim Qatari juga menaruh perhatian pada Gonzales. Ia juga menanyakan apakah Gonzales merupakan pemain asli Indonesia. Begitu diberitahu bahwa dia pemain naturalisasi daru Uruguay, Ibrahim langsung tertawa dan mengatakan, "Sudah saya duga, wajahnya berbeda dengan orang Indonesia."
Gonzales sendiri mengaku akan menampilkan permainan terbaiknya jika dipercaya tampil. Dia juga menegaskan bahwa di dalam timnas Indonesia banyak pemain bagus seperti Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, maupun Irfan Bachdim.
"Jadi bukan hanya Christian Gonzales saja," tegas pemain kelahiran Montevideo, Uruguay, 34 tahun lalu itu.
Sumber : KOMPAS.com

Tiga Pemain Telat Berangkat ke Vietnam

AFP/BEN STANSALL Maria Febe Kusumastuti, memiliki tipe permainan seperti Susi Susanti.
JAKARTA, KOMPAS.com- Tiga pemain pelatnas Cipayung Sony Dwi Kuncoro, Aprillia Yuswandari, dan Maria Febe harus menerima kenyataan pahit tidak bisa menjajal lapangan tempat berlangsungnya turnamen bulu tangkis Grand Prix Vietnam Terbuka di Ho Chi Minh City.
Sedianya, mereka berangkat bersama rombongan hari Minggu ini, namun karena pasportnya masih tertahan karena pengurusan visa ke Taiwan, mereka belum bisa berangkat. "Pasport saya belum keluar karena untuk pengurusan visa ke Taiwan belum selesai. Informasi yang saya dapat, saya bersama dua pemain pelatnas lain baru berangkat Selasa pagi," kata Sony Dwi Kuncoro.
Turnamen GP VIetnam dimulai tanggal 22-28 Agustus 2011. Dengan demikian mereka dipastikan tidak bisa mencoba lapangan karena sejak hari Senin sore sudah dipakai untuk babak kualifikasi. Bahkan waktu persiapan yang mereka punya juga sempit karena begitu tiba di Vietnam Selasa Siang, sorenya mereka sudah harus bertanding.
"Jelas ini merugikan kita. Kita bukan cuma tidak bisa adaptasi kondisi lapangan, tetapi juga mepet persiapan pertandingan karena setelah sampai di sana, sudah langsung main sore dan malam harinya," kata Sony.
Untuk ke Vietnam memang tidak diperlukan visa. Namun, pasport mereka tertahan untuk pengurusan visa ke Taiwan. Ketiga pemain pelatnas ini, selain tampil di Vietnam rencananya juga main di GP Taiwan.
Sumber : KOMPAS.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

Sejarah ST 12


Sejarah ST 12

Satu lagi grup band asal kota kembang Bandung menyemarakan belantika musik Indonesia. ST12, grup yang terdiri dari 4 personil, Pepep (Drum), Iman Rush (Guitar), Pepeng (Guitar), dan Charly Van Houtten (Vokalis) ini dibentuk sejak Januari 2005 lalu.

Grup yang bermimpi untuk menjadi band papan atas itu mengusung jenis musik pop alternatif. "Kami menganggap jenis musik ini akan lebih mudah didengar, easy listening. Dan pendengar pun tampaknya lebih memilih untuk mendengarkan lagu-lagu seperti itu," ungkap Pepep mewakili teman-temannya.

Untuk menambah kualitas pada album perdana yang berjudul Aku Tak Sanggup Lagi, mereka melibatkan musisi Indra Utopia sebagai pengisi bass dan kang Iman GAIA untuk mengisi keyboard.

Awalnya grup band ini diprakarsai oleh Pepep dan Iman Rush. Pepep yang sebelumnya pernah tergabung dalam Oliv Band mengajak Pepeng, temannya yang sama-sama pernah tergabung dalam grup Oliv Band.

Ternyata jalan mereka tetap tidak semulus seperti yang dibayangkan. Ketiga pria ini merasa kesulitan untuk mendapatkan seorang vokalis yang memiliki kriteria suara yang sesuai dengan keinginan mereka. Maka sebuah audisi pun dilakukan. Saat audisi, ketiganya dipertemukan dengan Carly Van Houtten. "Charly memiliki karakter suara yang bagus dan cukup kuat. Selain itu dia memiliki latar belakang sebagai pengajar vokal. Jadi, tampaknya tidak sulit bagi dia untuk membawakan lagu saat audisi berlangsung," papar Pepep.

Tidak berbeda dengan grup-grup band yang sedang naik daun sekarang ini, lagu-lagu mereka pun kebanyakan bertema tentang cinta. "Cinta sifatnya lebih fleksibel. Lebih universal. Bisa dinikmati oleh siapa saja, muda dan tua. Dan tema-tema seperti inilah yang akan terus laku di pasaran," tambah Pepep.

Nama ST12 sendiri diambil dari nama jalan, Stasiun Timur No 12, yang merupakan lokasi studio tempat mereka kumpul. Di studio tersebutlah, keempat orang pemuda ini kerap kali berkumpul dan mengasah kemampuan mereka dalam bermusik. "Studio ini memang sering dijadikan tempat mangkal oleh teman-teman musisi lain, baik yang yunior, maupun senior di Bandung," jelas Pepep mengenai sejarah berdirinya ST12.

Jumat, 19 Agustus 2011

Pendidikan Seks


pendidikan-seks
Pendidikan-seksPendidikan seks merupakan suatu penjelasan mengenai permasalahan seksualitas yang diinformasikan secara jelas dan benar, meliputi proses:
Pembuahan
Kehamilan sampai kelahiran
Tingkah laku seksual
Hubungan seksual
Aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan.
Pendidikan seks bertujuan dapat membantu remaja untuk menghadapi masalah hidup yang berkaitan pada dorongan seksual. Masalah pendidikan seksual yang diberikan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, seperti apa yang dilarang, apa yang diperbolehkan, dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat.
Pendidikan seks ini seharusnya diberikan oleh orangtua sejak dini ketika anak mulai bertanya mengenai perbedaan kelamin antara dirinya dan lawan jenis. Pemberian pendidikan seks pada anak dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan, umur, serta daya tangkap anak.
Tujuan Pendidikan Seks dilakukan:
Memberikan pengertian mengenai perubahan fisik, mental, dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.
Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (berdasarkan peran, tuntutan dan tanggungjawab).
Memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.
Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual.
Mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.
Menerangkan berbagai macam aspek, seperti aspek anatomis, biologis, psikologis, dan moral. Pendidikan seks yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, nilai-nilai kultur, dan agama.
Bertujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab.
Mempersiapkan agar remaja mengetahui lebih banyak mengenai seks dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, adat istiadat, kesiapan mental, dan material seseorang.
Memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama, sosial dan kesusilaan.
Jadi tujuan pendidikan seks adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual, dan membimbing anak ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab (terutama dalam kehidupan seksualnya). Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, belajar menghargai kemampuan seksnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja.
Sumber : info-sehat.com